Rahasia Menulis Artikel Berkualitas | Mau tau ?

Saat blogwalking (tau blogwalking? itu lhoo blogger jalan-jalan mengunjungi blog-blog lain), saya mendarat di satu artikel motogokil.com, judulnya Blogger Yunior Kurang Diperhatikan, Jangan Patah Semangat, Teruslah Menulis Artikel yang Berkualitas, Entah kenapa saya ‘seneng aja’ baca baca artikel seperti itu yang diluar topik permotoran, mungkin karena jemu semua blog membahas motor baru melulu.

Ada penggalan dari artikel beliau yang ingin saya quote disini:

Bagi blogger yunior, janganlah berkecil hati dengan kondisi ini. Kalau pun hit sedikit, komen bahkan “nol” tetaplah bersemangat untuk membuat artikel yang berkualitas.

Petuah yang sangat bermanfaat untuk para blogger yang sedang merintis blog. “Tetaplah bersemangat untuk membuat artikel yang berkualitas”, begitu kata bro motogokil.

Ok ok, jadi kita harus berusaha terus membuat artikel berkualitas.
Konon, belum tentu artikel yg hits nya banyak itu yg berkualitas. Banyak artikel berkualitas yang sedikit hits nya karena kurang terekspos saja.

Hmmm…tapi terus darimana kita tau ya, kalo tulisan kita itu berkualitas atau tidak?
Kalau kolom komentarnya nol. nihil komentator, ya susah juga kita ngukurnya…yang menilai kan orang lain. Kalau ternyata gak ada feedback/respon/komen dari pembaca, ya kita ga tau isi hatinya dong ya.. 😀

Resep Menulis Artikel Berkualitas

Jadi artikel yang berkualitas itu kayak gmn sih? definisinya apa? Apa ciri-cirinya ?

Sebagai ilustrasi, berikut ini adalah 5 artikel paling banyak dibaca pengunjung blog ini, sejak mulai dirilis sampai sekarang.
5 Top Articles Satria155.com

Lima artikel teratas adalah:

Merujuk statistik, saya berani bilang bahwa 5 artikel diatas adalah artikel ‘berkualitas’. Kenapa? Apa indikatornya?:
– Mereka banyak dibaca
– Mereka banyak mendapat komentar positif
– Mereka banyak dishare / dilike di media sosial
– Mereka tak tenggelam di arsip walau sudah lama diterbitkan

Oke, tapi itu kan baru ketahuan setelah artikelnya ‘sukses’. Lha waktu proses nulisnya gimana? ibaratnya saat orang memasak, adakah bumbu bumbu yang wajib dicampurkan, step step yg harus diikuti, supaya hasil masakannya nanti mendekati rasa seenak yg diharapkan?

Ada.
Hasil akhir penilaian memang ditangan orang lain yg membaca, tapi setidaknya ada kaidah penulisan yang dapat kita jadikan pegangan. Banyak sebetulnya ciri-cirinya, tapi kali ini kita bahas dua yang terpenting saja.

1. Fokus pada Manfaat

Menulis di blog itu bukan untuk memuaskan diri sendiri, juga bukan untuk kepentingan sponsor. Menulis di blog itu sepatutnya untuk audiens, untuk pembaca. Bicara manfaat memang subjektif, bermanfaat buat saya belum tentu bermanfaat buat anda. Tapi penting untuk diingat saat menulis; selalu pikirkan dan tanya pada diri sendiri: “Manfaat apa sih yang bisa pembaca dapatkan dari artikel ini?”

Artikel bermanfaat tak harus selalu berupa problem solving atau kajian teknis permotoran kok. Bila kita amati banyak blog dan media online, ada banyak kategori artikel bermanfaat, misalnya:
– Hiburan : Tulisan yang kocak, menghibur, humoris, juga bermanfaat kan 🙂
– Edukasi : Tulisan tipe pencerahan, ngaji, safety riding, dll, pasti bermanfaat walau mungkin gak banyak peminatnya, hehe.
– News/Berita: Info info up to date, spyshoot, bocoran spek, dll juga bermanfaat sampai batas tertentu.
– Dialog/debat: Topik kontroversial juga bermanfaat gan, bila disajikan berimbang dan proporsional 🙂
dll, dll

Jadi, camkan selalu. Manfaat, manfaat, manfaat !

2. Tampilkan Keunikan / Orisinalitas

Blogger otomotif tiap hari makin banyak. Sedangkan topik yang tersedia relatif itu-ituuu saja. Contohnya saat sebuah bocoran varian motor baru dirilis di satu blog, tak lama kemudian serentak blog lain turut membahasnya.

Tantangannya adalah bagaimana caranya menyajikan tulisan yang unik dan berbeda walau topiknya sama. Karena tak mungkin semua orang jadi inventor atau penemu pertama. Yang diperlukan adalah kreativitas untuk menambahkan nilai pembeda atau “added value” pada berita/informasi yang sudah pernah dibahas blog lain tersebut. Beberapa blogger menyiasatinya dengan memilih perspektif yang berbeda, gaya bahasa yang berbeda, sisi bahasan yang berbeda. Sentuhan personal alias personal touch yang khas.

Contoh artikel review kejurnas 150cc IRS yg saya tulis minggu lalu. Karena ‘ketinggalan momen’, sebelum menulis saya pun harus blogwalking terlebih dahulu. Membaca dan mengevaluasi artikel-artikel blog lain yang membahas event tersebut. Lalu mengumpulkan data sendiri dan akhirnya menyajikannya dalam artikel dengan topik yang sama namun dengan data informasi yang lebih lengkap yang tidak diperoleh pembaca di artikel sejenis di blog lain. Sehingga artikel saya tersebut tetap memiliki nilai tersendiri walau dirilis belakangan.

Apalagi?


Apakah hanya itu saja ? tentu tidak. Banyak aspek yang menentukan kualitas sebuah tulisan/artikel blog. Sebut saja soal format penyajian, penyusunan layout dsb. Tapi itu lebih bersifat teknis, nanti kita tulis di lain kesempatan. Cukup dengan mengingat dan mengutamakan prinsip Manfaat dan Orisinalitas dalam menulis, saya yakin setiap artikel dapat terjaga kualitasnya.

Bagaimana menurut anda? ada tips tips lain untuk membantu bloggers memproduksi artikel artikel yang bernilai?

Mari menulis,
Satria155

*Materi tulisan dirangkum dari berbagai sumber, membaca dan bertanya pada yang lebih berpengalaman

7 Responses to “Rahasia Menulis Artikel Berkualitas | Mau tau ?”
  1. Adnanomatic May 21, 2014
    • Satria155 May 21, 2014
  2. The Green Blog May 21, 2014
    • satria155 May 21, 2014
  3. bel sekolah May 21, 2014
  4. A. Sutisna May 21, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google+