Kneedown dan Body Position, Cornering Lesson from Trackday Subang

Share Artikel Ini


Sirkuit Gery Mang SubangPemirsa, mengisi waktu liburan panjang minggu kemarin, saya berkesempatan ikut acara Track Day di sirkuit Gery Mang Subang yang diadakan oleh kawan kawan FUers dari SSFC (Suzuki Satria F150 Club). Walau sadar diri sudah tak muda lagi, hehe, toh saya tak kuasa menahan keinginan untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Motivasinya simple aja, pertama itung-itung refreshing, melepas kebosanan dan kepenatan rutinitas sehari hari. Yang kedua ingin belajar melancarkan cornering dari kawan kawan yang sudah pandai mereng-mereng.

Jam 9 pagi, sirkuit baru dibuka. Setelah briefing sebentar tentang tata tertib latihan, saya pun segera berbaur dengan kawan kawan yang lain menyerbu masuk ke sirkuit. Dari sekitar 30an rider Satria FU yang ikut turun menjajal sirkuit, sebagian besar diantaranya baru pertama kalinya merasakan sirkuit, atau baru belajar mereng-mereng. Termasuk saya.

Maka dari itu, empu si belang (bro faris) yang saya anggap sudah ‘khatam’ cornering dan hafal seluk beluk sirkuit subang ditugaskan memimpin rombongan untuk warming up dulu 2-3 lap. Maksudnya supaya mempermudah para peserta mengenal dan beradaptasi dengan layout tikungan sirkuit. Selepas itu, bebas terserah. Semua peserta dipersilahkan sepuasnya menikmati dan mengeksplore setiap jengkal sirkuit permanen kebanggaan warga subang ini.

LESSON LEARNED BY ACCIDENT
I like Cornering, but i’m not good at it.
Sekian lama hanya doyan lurusan, saya harus akui bahwa saya termasuk orang yang paling ‘lambat belajar’ soal cornering dibandingkan rekan-rekan saya yang lain.
Sebut saja, sampai hari ini, saya masih juga belum kesampean ngerasain “kneedown” bro. Haduhhhh….padahal udah bertekad bulat lho waktu berangkat ke subang, pokoknya kali ini musti sukses Nidon perdana.

Ladalah, bukannya terkabul, yang ada malah saya nyuksruk gara gara terlalu maksa pengen gasruk dengkul ke aspal, hahaha. Mencoba menambah kecepatan saat mendekati tikungan R10, lalu menggantung badan lebih jauh lagi ke dalam tikungan, ehhhhh kok motor malah out, keluar dari jalur yang saya perkirakan. Kaget, motor didirikan, panic breaking, dannnn GUBRAK!. Sukses deh saya koprol guling guling di rumput campur batako. wkwkwk.
Me failed to kneedown
Mencoba menganalisis kesalahan yang dilakukan, saya pun lalu berdiskusi minta masukan dari kawan-kawan yang saya anggap lebih jago soal cornering. Salah satu masukannya adalah, body position (kita singkat saja BP atau Bopos) alias posisi badan saya saat menikung dinilai masih kurang tepat untuk kneedown. Hmmm….body position ya?. Sayang, waktu itu keburu hujan disubang. Saya pun tak berani mencoba turun lagi ke sirkuit untuk mempraktekkan saran dari kawan-kawan. Okelah, pikir saya saat itu, biar nanti dirumah saya coba menggali lagi informasi soal body position ini, dan akan mempraktekannya di lain kesempatan.

CORNERING = KNEEDOWN ??
Apakah cornering itu memang harus kneedown? Tentu tidak. Esensi cornering adalah tentang menangani tikungan dengan baik, masuk dan keluar tikungan secara efisien dan aman. Adapun kneedown atau ‘knee draging’ hanyalah satu aspek kecil dari teknik cornering. Karena menikung dengan baik tidak selalu harus merebahkan motor semiring-miringnya atau sampai dengkul nempel ke aspal (silahkan baca artikel sebelumnya tentang Panduan Cornering Dasar).
Waktu OMR FU SSFC disentul dulu, si blackpearl bisa aja tetep ngacir paling depan di setiap tikungan tanpa rebah, bahkan gak membuka kaki sedikitpun lho :D.
perlukah kneedown?
Tentu jangan dibandingkan dengan pro-racer atau pembalap beneran yg suka kita tonton di tv. Kneedown buat mereka bukan lagi hal aneh atau istimewa. Mereka sering memakai teknik kneedown secara natural, karena level kecepatan dan tipe tikungan yang memang menuntut mereka harus kneedown. Ada juga yg menyebutkan kneedown digunakan pembalap untuk mengukur seberapa jauh kemiringan motor (lean angle).

Kneedown for amateur is simply about fun, excitement, and it just looks cool!! πŸ˜€
Untuk ‘pleasure seeker’ alias rider yg menyukai mereng-mereng sebagai hobi belaka; kneedown adalah ‘ekstasi’ dari cornering itu sendiri. Sensasi menyenangkan yang jadi daya tarik dari kegiatan cornering.
Eksyen aja bro ! Kayaknya keren aja gitu keliatannya kalo bisa nidon ^_^. Coba aja perhatiin foto-foto rider pecinta cornering. Pose apa yang selalu jadi favorit atau bahkan jadi DP/foto profil para merengers? Pasti pose kneedown kan? hehehe…akuin aja dehhh πŸ˜€

Memang untuk sebagian orang, gaya menikung sambil nidon mungkin bisa saja dianggap lebay. Bener begitu? Gak juga sihh. Buat saya sih wajar wajar aja ngeliat orang menikung sambil nidon. Dengan catatan, dilakukan ditempat yang tepat dan menggunakan safety gear yg memadai. Lha saya juga pengen bisa kneedown seperti mereka, cuman sayang aja belon kesampean, hehe.

KONSEP BODY POSITION IN CORNERING
Sesuai masukan dari kawan-kawan waktu di sirkuit subang, katanya saya perlu memperbaiki posisi badan di tikungan jika memang ingin sukses mencicipi kneedown pertama saya. Oke, saya terima masukan itu. Tapi untuk bisa mengevaluasi dan mengkoreksi posisi badan sendiri, tentu saya perlu memahami dulu gambaran ideal body position itu seperti apa. Lanjut googling, tak sulit menemukan petunjuk tentang ini. Walau juga tak semua informasi di internet itu mudah dimengerti. Saya perlu mencerna dulu dari berbagai sumber, baru bisa menarik kesimpulan.

Dari semua referensi yang bisa saya temukan, saya lalu memilih beberapa panduan yg dirasa paling instruktif, logis, dan bisa diterapkan. Saya juga berfikir, ada baiknya bila info itu dishare lagi disini kepada pemirsa satria155.com. Siapa tau nanti ada masukan tambahan dari pembaca yang lebih pengalaman. Atau bisa saja berguna untuk sesama cornering newbies yang baru mulai belajar mereng-mereng seperti saya ini. Mohon digarisbawahi, bahwa apa yang saya tulis disini bukanlah untuk sok mengajari pembaca, hanya sekedar rangkuman referensi kneedown yang saya temukan dan tafsirkan sebagai bahan intropeksi dan evaluasi terhadap diri saya sendiri.

MACAM RAGAM GAYA MENIKUNG
Oke, untuk bisa nidon diperlukan posisi badan yang tepat. Itu kesimpulan awalnya. Tapi gimana sih sebenernya posisi badan yang tepat saat menikung? Karena kalau saya amati, temen-temen saya pun beda-beda bopos-nya saat nikung. Gak selalu sama, tapi toh semua tetap sukses dengkulnya bisa nyentuh aspal.
FOTO berbagai bopos kawan2 FUers SSFC on kneedown position di trackday Sirkuit Subang kemarin:
Bopos Satria FU Kneedown

Jadi bopos yang tepat itu seperti apa?
Jawabannya ternyata memang gak eksak pemirsa. Setiap rider bisa saja mengadaptasi gaya menikung sesuai postur tubuh ataupun seleranya masing-masing. Misalnya seperti yang ditunjukan oleh gambar populer yang banyak ditemukan diberbagai forum cornering lovers, sebagai berikut:
Berbagai Macam Gaya Menikung
Foto ilustrasi diatas menjelaskan tentang berbagai type Body position yang bisa diterapkan saat cornering. Semuanya bagus dan tak ada yang salah. Hanya saja setiap posisi memiliki karakteristik masing-masing terkait Perbedaan derajat kemiringan rider VS derajat kemiringan motor (lean angle) yang mempengaruhi center of gravity atau titik pusat keseimbangan di tikungan.

Singkatnya begini, saat kita mencoba merebah/menikung (anggap aja kekiri), ada dua gaya/kekuatan yang saling tarik menarik dan menciptakan titik keseimbangan motor sehingga motor bisa tetap berdiri. Yg pertama adalah gaya gravitasi yang menarik motor kebawah (kearah dalam tikungan). Yang kedua adalah gaya sentrifugal atau inertia yang menarik motor ke arah berlawanan (ke kanan/luar tikungan). Bayangkan saat kita jadi penumpang bis ugal-ugalan yang belok tajem ke kiri, badan kita justru seakan tertarik berlawanan dg arah tikungan kan? Nah itulah efek inertia atau centrifugal force.

Gaya sentrifugal semakin besar seiring kecepatan. Makanya semakin kenceng motor, semakin berat/susah direbahinnya. Semakin pelan motor semakin gampang dimiringin. Nah kalo pelan banget? ya gubrak jatoh ke tanah….karena gaya sentrifugalnya kurang, kalah sama gaya gravitasi, hehe. Makanya untuk bisa kneedown diperlukan speed yang cukup di tikungan, supaya gaya sentrifugal nya cukup unutuk menjaga motor bertahan gak ambruk di tikungan walau ‘ditarik’ bobot badan dan gravitasi.

Dari gambar body positioning diatas, ada prinsip penting yang bisa kita simpulkan yaitu:

1. Rider dan Motor merupakan satu kesatuan yang memiliki satu titik tengah keseimbangan (center of gravity). Saat menikung, posisi badan pengendara akan mempengaruhi titik keseimbangan keseluruhan

2. Posisi badan yang tegak/menjauh dari tikungan (contoh gbr no 2) secara otomatis akan memaksa motor menjadi lebih miring untuk mempertahankan titik tengah keseimbangan (center of gravity). Sebaliknya, posisi badan yang lebih turun/menggantung ke arah dalam tikungan (no 3) akan membuat motor lebih tegak untuk menyeimbangkan center of gravity. Bisa terlihat jelas dari perbandingan kemiringan motor pada gaya menikung NO 2 vs NO 3.

3. Posisi badan hanging off (badan lebih rendah/condong ketikungan) dianggap lebih aman dan menguntungkan karena membuat motor tidak terlalu miring. Motor yang lebih tegak membuat permukaan/tapak ban yang menempel dengan aspal masih banyak. Sehingga mengurangi resiko hilang grip/low side. Dalam situasi race, ini menguntungkan karena motor bisa digas/berakselerasi lebih awal saat mau keluar tikungan.

Ilustrasi lain yang lebih sederhana juga ditunjukan oleh foto berikut ini:
Tipe Posisi Badan Menikung
Keterangan Gambar.

  • Style 1. : Disebut counter weight. Saat menikung, posisi rider justru menjauh dari tikungan. Badan duduk tegak, Motor yang didorong miring. Tangan dalam (tangan kiri) cenderung lurus dan kaku. Style ini kurang cocok untuk dipakai melibas tikungan dengan kecepatan tinggi. Beresiko tinggi ban tergelincir karena motor harus sangat miring bila ingin menambah kecepatan di tikungan.
  • Style 2 : Kebalikan dari gaya pertama. Disini pengendara memasuki tikungan dimulai dengan dagu dan bahu yang dicondongkan ke arah dalam tikungan. My Neutral StylePantat digeser sedikit saja keluar jok, dan mengalihkan sebagian bobot tubuh ke footstep dalam (kiri) sehingga siku tangan bisa lebih rileks. Gaya seperti ini cocok untuk dipergunakan sehari-hari saat menikung dijalanan biasa. Digambar ini disebut Upper Body Shift karena hanya pinggang keatas yang bergeser titik beratnya. Sebagian kalangan juga menyebut gaya ini sebagai Neutral Style. Saya sendiri juga termasuk pengguna gaya netral atau neutral style ini.
  • Style 3 : Style ketiga disebut Full Body Shift karena si pengendara memanfaatkan perpindahan bobot badan keseluruhan secara optimal. Menggeser pantat keluar minimal 1 belahan bokong ada diluar jok, bahkan banyak yang FULL dua belahan bokong menggantung disamping jok (hanging off). Keseluruhan badan condong ke dalam tikungan, Kepala dan dan bahu condong dalam tikungan, siku tangan kiri ditekuk rileks, kaki dalam dibuka dan jinjit menekan footstep, kaki luar menjepit tangki. Dengan gaya ini, motor tak perlu terlalu miring. Motor bisa lebih tegak dan leluasa menambah kecepatan ditikungan karena traksi ban lebih banyak.

Style hanging off memang cocok untuk kondisi track (sirkuit aspal), tapi kurang bijaksana untuk dipakai menikung sehari-hari atau dijalanan umum. Bayangkan saat posisi badan menggantung begini, tiba tiba ada bahaya mendadak di tengah tikungan entah itu angkot berhenti mendadak, kucing lewat, atau lobang jalanan. Rider lebih lambat bereaksi atau bermanuver karena posisi badan yang menggantung. Gawattt pemirsa…

MENGGANTUNG TAK SEKEDAR MENGGANTUNG
Oke, berdasarkan penjelasan gambar ilustrasi diatas, saya pun bisa mengambil kesimpulan sementara, bahwa posisi terbaik untuk kneedown adalah hanging off position. Tapi saya belum puas dengan kesimpulan ini. Karena saat mencoba posisi menggantung seperti ini rasanya kok kurang nyaman ya. Juga bila melihat pose-pose kneedown kawan-kawan, gak selalu sama cara gantung badannya.

Segaris Rider dan MotorMencoba menggali lebih detail lagi, banyak pelajaran baru yg berharga buat saya yg newbie ini. Bahwa ternyata sekedar mengeluarkan pantat dari jok saja belum berarti sudah benar. Beberapa referensi mengatakan, yg perlu diperhatikan adalah posisi badan dari pantat sampai kepala harus diusahakan minimal pararel alias segaris dengan motor (FIG 1). Lebih baik lagi bila garis badan bisa lebih condong ke tikungan dibanding motor.
Jadi bukan hanya pantatnya saja.

Sering ditemui, rider menggantung pantat tapi tubuh bagian atas tegak ditengah central line motor. Kalau ditarik garis imajiner, garis tubuh dari pantat ke kepala terlihat menyilang /berlawanan dengan garis motor. Posisi yang menyilang ini disebut Crossed Up atau Twisted. Posisi crossed up terlihat tidak natural, membuat pinggul menjauh dari tikungan, kepala sulit diputar, dan tangan sulit rileks karena jadi tumpuan di setang.

Contoh ilustrasi dari posisi Crossed Up atau menyilang ini bisa dilihat di foto berikut:
Hanging but crossed up
Pada gambar diatas, lebih dari setengah belahan bokong memang sudah keluar dari jok. Tapi garis tubuh bagian atas seperti berputar berlawanan (twisted) dengan garis posisi motor.

Untuk mensiasati supaya posisi upper body tidak menyilang, tips yang dianjurkan adalah dengan memvisualisasikan seakan akan kita ingin berkaca pada spion arah tikungan (istilahnya ‘kissing the mirror’). Dengan begitu, posisi badan bisa lebih ideal. Garis centerline tubuh pengendara dari bokong sampai kepala berada disamping dalam garis centerline motor. Seperti yang nampak berikut ini:
Good Hanging Off

Ilustrasi lebih sempurna ditunjukan foto para Pro racer atau pembalap beneran, yang bahkan dengan kemiringan motor yg extrem (max lean angle) tapi mampu menjaga tubuh tetap pararel dibagian dalam garis centerline motor. Uedann..
Body inside bike centerline

Sebagai pelengkap, simak juga video presentasi dibawah ini. Saya pilihkan dari youtube karena saya nilai komplit dan mudah dicerna. Merangkum konsep body positioning ideal dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat hanging off the bike:

BODY POSITION MOTOR SPORT (BERTANGKI) VS MOTOR BEBEK
Rasa penasaran masih terselip di hati saya. Karena panduan yang ada semuanya merujuk pada motor sport alias motor batangan alias bertangki, bahkan seringnya moge. Saya tak menemukan satupun penjelasan yang instruktif mengenai body position di motor bebek.

IndoprixCukup mengherankan, karena dalam asumsi saya, pasti ada perbedaan karakter motor sport dan bebek. Sebut saja misalnya bobot motor bebek yg lebih ringan dan tapak ban yang lebih kecil. Tentu tenaga yang dibutuhkan untuk merebahkan motor bebek juga tak sebesar motor sport. Lalu tiadanya tangki di motor bebek. Padahal di motor sport, kaki luar jadi tumpuan utama beban saat hanging off dengan cara menjepitkan kaki luar ke badan tangki.

Jadi apakah sama atau beda antara bopos motor sport & motor bebek?
Entahlah, semestinya secara garis besar sama saja. Tapi mungkin gak bisa sama persis kalau dibandingkan posisi badannya. Jika memperhatikan seksama, bopos pembalap kelas bebek banyak kok yang posisi badannya tidak inline dengan motor, cenderung twisted / crossed up malah. Apakah mungkin memang motor bebek lebih enak dibawa nikung dengan gaya begitu. Who knows?. Tapi jika melihat ciri-ciri bopos ideal di motor sport, ada juga sih yang sesuai dengan ciri-ciri ideal di motor sport. Seperti ditunjukan foto pembalap kawasaki dibawah ini:
Bopos ideal di bebek
Body position seperti ini sesuai dengan ciri-ciri yang dijelaskan di motor sport. Antara lain:

  • Pantat keluar dari jok, tapi tetap terlihat natural. Bukan ‘gelantungan’ dimotor.
  • Paha dibuka, tumpuan kaki dalam dipusatkan di bagian depan telapak kaki (jinjit).
  • Garis badan sejajar dari bokong sampai kepala, lebih condong ke tikungan dibanding garis centerline motor.
  • Siku tangan bagian dalam rileks ditekuk, mengontrol steering.
  • Pandangan jauh kedalam tikungan (seperti mau ngaca di spion, kissing the mirror)

TIME TO PRACTICE, A LOT OF PRACTICES
Nah pemirsa, dengan sekian banyak panduan yang dipaparkan diatas, saya rasa cukuplah sebagai bekal menuju nidon pertama saya. Dengan memahami konsep idealnya, saya yakin akan lebih mudah saat tiba waktunya mempraktekkan on the track. Sekedar paham konsepnya kalau tidak dibarengi latihan praktek ya sama aja booong. hehe. Because knowing is something, but ‘doing’ is another thing.

Orang bilang ‘practice makes perfect‘, cara terbaik untuk belajar adalah dengan melakukannya sesering mungkin. Demikian juga dengan cornering. Do it often, and you will be good at it. Tak mudah memang buat saya mencari waktu dan tempat untuk sering-sering berlatih. But i’ll make it happen eventually.

Siapa tau, suatu hari nanti bisa menikmati sensasi kneedown dengan senatural dan senikmat suhu si belang yang satu ini : πŸ˜€
Last Pic. Bro Faris empu si Belang berpose kneedown + handsdown
Faris nidon handsdown

Happy cornering,
Satria155



Share Artikel Ini
57 Responses to “Kneedown dan Body Position, Cornering Lesson from Trackday Subang”
  1. Goem Si Jagur March 25, 2013
  2. Goem Si Jagur March 25, 2013
  3. Goem Si Jagur March 25, 2013
  4. Yovie Elda Yuliana March 25, 2013
  5. Yovie Elda Yuliana March 25, 2013
  6. Yovie Elda Yuliana March 25, 2013
  7. Polee Ssfc Nolnollima March 25, 2013
    • Agus Leonardi March 25, 2013
    • Polee Ssfc Nolnollima March 25, 2013
      • Satria155 March 25, 2013
    • Pahla Gumelar March 25, 2013
    • Pipie Bagoes March 25, 2013
  8. blackbluesatria March 25, 2013
    • Satria155 March 25, 2013
      • blackbluesatria March 25, 2013
  9. Anjal March 25, 2013
    • Satria155 March 25, 2013
      • Anjal March 25, 2013
        • Satria155 March 25, 2013
          • Anjal March 25, 2013
          • Satria155 March 25, 2013
  10. Benny Hendarta March 25, 2013
    • Satria155 March 25, 2013
    • Satria155.com March 25, 2013
  11. Benny Hendarta March 25, 2013
    • Satria155.com March 25, 2013
  12. Benny Hendarta March 25, 2013
  13. Satria155.com March 25, 2013
  14. Anjal March 25, 2013
    • Satria155 March 25, 2013
      • Anjal March 25, 2013
        • Satria155 March 25, 2013
          • Anjal March 25, 2013
  15. ichy46 March 25, 2013
    • Satria155 March 25, 2013
      • ichy46 March 25, 2013
        • Satria155 March 25, 2013
          • ichy46 March 25, 2013
          • Satria155 March 25, 2013
  16. Laurensius Yandy S. Shie March 25, 2013
  17. Laurensius Yandy S. Shie March 25, 2013
  18. Kristian Kaharap March 25, 2013
  19. Kristian Kaharap March 25, 2013
  20. Putera Utama March 25, 2013
  21. Putera Utama March 25, 2013
  22. Putera Utama March 25, 2013
  23. dhani93 March 25, 2013
  24. Ki Salim March 25, 2013
  25. Amir Udin March 25, 2013
  26. yudyud March 25, 2013
  27. ipanase March 25, 2013
    • Satria155 March 25, 2013
  28. Hady6 March 25, 2013
  29. uniey_YR15CI @Bekasi March 25, 2013
  30. Kalongssfc March 25, 2013
  31. daniel March 25, 2013
  32. BCP March 25, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google+