5 CDI Racing Favorit Satria FU: Kenali Fungsinya, Pahami Manfaatnya

Halooooo pemirsa, genap 3 minggu sudah saya vakum menulis di blog bau kencur ini :D. Setelah mengemban tugas luar kota selama seminggu di City of Daeng; Makassar, kemudian pulang disambut setumpuk pekerjaan kantor yang menunggu di meja kerja, membuat saya baru sekarang sempat lagi menyisihkan waktu untuk merilis artikel baru.

Oke oke, cukup alesannya…terus apa yang mau ditulis kali ini??
Hmmm..masih terkait 3 PILAR Pendongkrak performa Satria FU standar, saya boleh sedikit cerita dulu ya pemirsa. Sewaktu mengunjungi Makassar, disela waktu luang pekerjaan disana, saya berkesempatan bersilaturahmi dengan serombongan FUers yang tergabung di SSFC Makassar. Mereka berbaik hati datang berkunjung ke tempat saya menginap sekedar untuk bertatap muka, karena memang sebelumnya kami hanya kenal lewat dunia maya saja. Dibonceng salah satu FU, sayapun diajak JJM (jalan jalan malam) keliling kota Makassar, asyik ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati Jajanan khas Makassar -pisang Epe- di Pantai Losari. Maknyosss, hehe.

Nah pemirsa, sekilas memperhatikan dan bertanya seputar penampilan FU-FU di ibukota Sulawesi Selatan ini, saya lihat masih jarang FU yang menggunakan knalpot racing atau mengganti karburator. Dua Pilar yang ini sepertinya kurang bersahabat untuk lingkungan sana. Mereka lebih tertarik dengan pilar yang satunya : CDI Racing. Terbukti, disela obrolan santai kami, ada pertanyaan yang tersempil dari salah seorang kawan mengenai si pilar pengapian ini. CDI racing merk apa ya yang bagus buat Satria FU ? CDI merk ini bagaimana? Kalo merk itu bagaimana ?
Nah lho, bingung juga saya jawabnya, hehe.

Dan memang iya, sekian lama nongkrongin obrolan anak FU, pertanyaan seputar CDI racing ini termasuk salah satu bahasan yang sering terlihat muncul berulang-ulang di berbagai forum satria FU. “Sharing bro, CDI Racing paling ajib buat FU apa ya? atau “Ada yang udah pake CDI merk X? gimana performanya?” dsb dsb. Sebagai otak pengapian, wajar sih jika CDI Racing menjadi salah satu buruan utama para FUers yang merasa kurang puas dengan performa FU standarnya. CDI standar FU yang dibatasi limiter di kisaran 11.500 rpm memang bikin penasaran para fu rider yang ingin menjajal kemampuan maksimal tunggangannya. Lagi enak-enaknya betot gas,,eh brebet kena limiter. Haduhhh Kentang broo…’kena tanggung’…..hehehe

Oleh karena itulah, maka pada artikel kali ini saya terinspirasi untuk mencoba mengulas tentang profil beberapa CDI racing aftermarket yang paling sering saya lihat dipakai oleh para FUers. Namun mengingat pengetahuan penulis yang sangat terbatas, dan juga begitu banyaknya macam-ragam CDI racing yang beredar di pasaran, jadi saya batasi tulisan ini hanya untuk tipe CDI kategori ‘entry level’ alias kelas pemula saja. Tau kelas pemulanya darimana mas? Yaa ambil saja parameter yang paling gampang dilihat kasat mata: Harga. Memang soal harga bisa jadi subjektif dan relatif tergantung isi dompet masing-masing, tapi saya ambil gampangnya saja patokan maksimal Rp.800rb, saya kira cukup masuk akal. Jika harganya lebih dari itu bolehlah kalau saya sebut sebagai kategori CDI kelas atas. Dan tak banyak FUers yang rela merogoh kocek sedalam itu kalo hanya untuk pemakaian harian.

Untuk anda yang belum familiar dengan istilah-istilah seperti Timing Pengapian, Kurva pengapian, Advance Timing, Retard Timing, dsb mungkin ada baiknya membaca dulu tulisan saya sebelumnya di artikel