Uji Pengaruh Rangka Drag di Satria FU | Pangkas Time Berapa?

Halo permirsa, masih ingat dengan yang namanya satria fu Den bagus? ya, fu milik bro wildan zuhdi dari bangka belitung ini pernah saya ulas juga di artikel Bedah Kuncian Den Bagus. Nah, ceritanya beberapa bulan belakangan ini empu den bagus bereksperimen di sektor rangka dengan harapan dapat memperbaiki catatan waktunya di lintasan drag 201.

Tapi sejauh mana sih sebetulnya pengaruh penggunaan rangka non-standar pada peningkatan performa di lintasan balap?

Untuk menjawabnya, silahkan pemirsa simak saja langsung review dari bro Wildan di artikel ini. Sekali lagi, apa yang saya tampilkan dibawah ini adalah murni reportase dan tulisan langsung dari bro wildan. Mudah-mudahan sedikit banyak sharing dari bro wildan ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat untuk pemirsa satria155.com.

Here we go:

RANGKA DRAG VS RANGKA STANDARD SATRIA FU

by Wildan Zuhdi

Alhamdulillah riset rangka drag Den bagus berjalan sukses.
Riset ini dilandasi oleh rasa penasaran saya tentang seberapa efektifnya penggunaan rangka drag di motor balap. Dimana media risetnya adalah sepeda motor Satria FU 150 cc yang sudah di upgrade jadi 200cc dengan power 30,8Hp.

Penampilan Satria FU Den Bagus 2014 dengan Rangka Drag:
Satria Drag Den Bagus 2014
Riset ini bermula ketika saya mengikuti event dragbike di Belitung pada tanggal 7 Juli 2013. Dimana motor saya turun di kelas FFA 4T sd 250cc dengan rangka standar. Pada event tersebut motor saya mendapat Podium 1 & 2 dari 29 kontestan di kelas tersebut dengan bestime 7,998 detik oleh joki Endot Baday Haryanto #36 joki lokal dari Pangkalpinang.

Dari hasil tersebut saya menawarkan kepada joki saya jika saya ada uang lebih, dia mau minta upgrade apa di motor saya?
Saya memberikan pilihan antara bikin rangka drag atau ganti close rasio 6 speed. Lalu joki saya menjawab dengan meminta rangka drag sama saya. Dia bilang bahwa penggunaan rngka drag bias menyingkat waktu 0,2 detik di trek 201m.

Tentu saja saya senang mendengar kabar “angin surga” ini, dimana hanya dengan mengganti rangka saja tanpa dilakukan upgrade di sektor mesin, time motor saya lebih singkat 0,2 detik dari rangka std.

Dari obrolan inilah saya menjadi termotivasi untuk membuat rangka drag untuk motor kesayangan saya Satria Den Bagus, dimana saya menjadi pengurus organisasi club SSFC Pengda Bangka Belitung.

Penampilan Satria FU Den Bagus 2013, saat masih memakai rangka standar:
Satria FU Den Bagus 200cc
Dengan rangka standar ini Den bagus pada event dragbike Belitung Cup 7 Juli 2013 menorehkan bestime 7,998 detik.
Den Bagus Drag
Print out drag Belitung 2013
Akhirnya pada libur lebaran bulan Agustus 2013 sebulan setelah berakhirnya event dragbike Belitung Cup 2013, saya pulang kampong ke Bumiayu membeli rangka FU std kondisi bekas pakai seharga Rp. 600.000. Lalu rangka tersebut saya bawa ke Solo ke bengkel temen untuk dimodifikasi menjadi rangka drag. Lalu saya dan rekan mekanik tersebut berdiskusi membahas tentang desain rangka drag untuk Den bagus.

Penampakan Rangka drag Den bagus waktu baru jadi:
Bahan Rangka Drag Satria FU

Langkah awal pembicaraan saya dengan rekan mekanik adalah tentang penggunaan SWING ARM.
Saya ditanya apakah mau pake swing arm standar atau delkevic?
Lalu saya jawab akan pake swing arm delkevic.

Saya ditanya lagi, apakah swing arm delkevic itu posisinya standar atau dibalik?
Lalu saya Tanya balik sama rekan mekanik tersebut apa keuntungan dari posisi swing arm delkevic yang dibalik? Dia menjawab bahwa swing arm delkevic yang dibalik posisinya akan memberikan kestabilan lebih baik dibanding yang tidak dibalik terutama pada sat start. Karena ini menyangkut tentang distribusi bobot motor.

Dia menambahkan penjelasan bahwa konsekwensi pasang swing arm delkevic yang dibalik adalah tidak bisa menggunakan shock FU karena jarak as dudukan baut shock breaker bergeser keatas, sehingga jika pake shock standar akan terlalu panjang yang kan menyebabkan posisi duduk tidak nyaman karena terlalu tinggi.

Penampakan Arm Delkevic yang dibalik posisinya:
Posisi Arm Dibalik
Pilihanya adalah bisa pake shock Jupiter Mx atau shock Ninja 150.
Akhirnya saya pilih shock breaker Mx dengan pertimbangan harga lebih murah serta banyak tersedia stok & pilihan jenis model maupun merk nya. Selain itu dengan pake shock Mx, ruang untuk tanki bahan bakar jadi lebih lega sehingga dapat menampung bahan bakar lebih besar

Penampakan Shock Jupiter MX di Satria FU Den Bagus:
Shock MX di Satria FU
Dengan shock Mx yang pendek, ruang untuk tanki bbm jadi lega. Desain tanki bisa dibuat lebih menarik.

Bikin buntut mini untuk mempermanis tampilan sektor belakang:
Buntut mini di rangka drag

Setelah dibersihkan, rangka di kasih cat dasar biar bagus hasil akhirnya:
Rangka Siap Cat

Rangka dikasih warna oren dengan hijau, warna khas Den bagus:
Rangka Drag Dicat

Tak lupa velg pun ikut dicat dengan warna yang serasi dengan rangka biar matching:
Rangka dan Velg Dicat

Arm delkevic sudah terpasang di rangka drag baru:
Arm Terpasang di Rangka Drag baru

Roda depan belakang sudah terpasang, tinggal naekin mesin aja:
Roda terpasang di rangka drag baru

Karena pertimbangan saya adalah ingin menguji performa rangka drag, maka sektor mesin tidak ada perubahan yang signifikan agar hasilnya terfokus pada riset rangka, hanya dilakukan penyesuaian saja misalnya ukuran final gear yang sebelumnya pake 15-41 menjadi 14-39 karena bobot rangka yang lebih ringan.

Perbandingan ukuran final gear ini lebih ringan nilainya serta ukuran rantai yang lebih pendek dengan ukuran gear yang lebih kecil sehingga akselerasi lebih cepat lagi.

Sementara setingan karbu masih tetap pake ukuran pilot jet 50 dan main jet 135. Untuk rasio kompresi juga masih sama dengan tahun lalu yaitu 13:1.
Angka ini masih tergolong rendah dibandingkan dengan FU pencetak rekor di Indonesia yang mematok rasio kompresi 14 hingga 15:1. Pertimbangan saya pake rasio kompresi ini karena pertimbangan kekuatan part piston Kawasaki boss ukuran 68mm.

Saya belum berani mematok angka rasio kompresi yang lebih tinggi karena dikhawatirkan piston gak kuat menerima tekanan kompresi mesin sehingga bias rompal mengingat riset mesin ini pada awalnya untuk keperluan turing, bukan untuk keperluan balap jadi masih pake piston bahan casting dengan harga Rp. 300 rb an.

Jika menggunakan piston forged, kita bisa seting rasio kompresi lebih tinggi sehingga akselerasi bisa makin baik dengan time yang lebih baik lagi.
Rangka Drag Satria FU terpasang sempurna

Mesin Den bagus sudah naek ke rangka drag. Spek mesin masih sama dengan spek tahun kemaren karena ingin menguji performa rangka.

Dari hasil ujicoba rangka drag dilapangan joki merasakan akselerasi yang lebih cepat dibandingkan dengan rangka standard. Cabut-cabutan gigi pada saat start dari mulai gigi 2 hingga seterusnya berlangsung lebih cepat. Rasa rangka juga jauh lebih stabil dari rangka standard.

Hal ini terjadi karena distribusi bobot motor sedikit bergeser ke depan sehingga membantu meminimalkan gejala ban depan ngangkat-ngangkat ketika start. Ini sangat penting untuk pacuan motor drag dimana saat start adalah saat yang paling krusial dalam pencapaian prestasi time yang diraih.

Jika pada saat start ban depan ngangkat, hampir dipastikan hasil time nya gak akan bagus. Jadi dengan kondisi ini joki bias lebih focus untuk melakukan start dengan baik serta tidak ragu-ragu untuk pelintir gas lebih dalam pada saat start tanpa takut ban depan ngangkat-ngangkat atau arah motor tidak lurus.

Karena fokus utama pembuatan rangka drag itu adalah agar motor lebih stabil pada saat start dan topspeed sehingga time bias lebih baik.
Adapun kalo masalah bobot menurut saya tidak terlalu berkurang signifikan karena jika kita menginginkan rangka yang ringan, maka pilihan terbaik adalah rangka almunium atau titanium.

Jadi rangka drag yang dibikin dari rangka standard yang diedit tidak begitu mengurangi bobot yang signifikan karena bahan utamanya masih pake besi, hanya saja dilakukan penataan distribusi bobot mesin lebih kedepan agar lebih stabil.

Saya belum sempat menimbang bobot rangka drag ini, tapi menurut perkiraan saya rangka drag ini lebih ringan sekitar 5-6 kilogram secara keseluruhan jika dibandingan dengan rangka standard.

Den bagus dan empunya beraksi depan camera:
Narsis empu den bagus

Distribusi bobot mesin geser ke depan setelah rangka diedit untuk drag agar ban depan gak mudah ngangkat ketika start.

Pada saat pake rangka standard hasil time yang diraih adalah 7,998 setelah menggunakan rangka drag time nya menjadi 7,876 serta 7,895.

Jadi kesimpulanya setelah menggunakan rangka drag, time Den bagus lebih singkat 0,122 detik.
Ini angka yang sangat berarti di event drag 201 meter tanpa melakukan rubahan di sektor mesin.

Saya yakin jika sektor mesin diupgrade lagi minimal dengan menaikan angka rasio kompresi, time yang diraih bisa lebih singkat lagi dengan penyesuaian angka final gear.

Ujicoba rangka drag di event palembang pada 15 Februari 2014 menghasilkan podium 1& 2 di kelas BTU 200cc dan podium 1 klas FFA sd 200cc dengan bestime 7,876 by Dwi Batang #182
Team Den Bagus Uni Racing
Hasil print out race Palembang 15 Februari 2014 dengan hasil Podium 1& 2 klas BTU sd 200cc by #182 & #36:
Hasil Drag Palembang 2014

Hasil print out race Belitung Cup 2014 dengan podium 4 di kelas FFA Open yang di campur dengan mesin 2Tak dengan bestime 7,895 by Endot Baday #36 Joki lokal Babel:
Hasil Drag Belitung 2014

Demikian review singkat tentang rangka drag ini semoga bermanfaat, amiin…

Note: Jadi raihan angka 7,8 detik Den bagus adalah angka yang reasonable alias angka yang beralasan karena usaha dan riset tanpa henti yang saya lakukan bersama tim.
Angka ini bukan hasil dari MANIPULASI TIMER atau karena GANTI MESIN…
Saya perlu tegaskan tentang hal ini karena beberapa minggu yang lalu sempat beredar gosip yang menyatakan bahwa Den bagus bisa menang karena manipulasi timer dan ganti mesin punya Jbx serta yang lebih parah lagi katanya saya ngasih uang tutup mulut Rp. 5 juta sama Dwi batang agar diem.
Silahkan rekan2 konfirmasi langsung sama Jbx dan Dwi Batang tentang masalah ini biar lebih yakin.

Alhamdulillah riset tanpa lelah ini telah membuahkan hasil yang luarbiasa buat saya pribadi serta tim.
Prestasi Den Bagus

Mekanik pendamping Den bagus dari bengkel Uni Racing Pangkalpinang
Uni Racing Pangkalpinang

Bos kantor pun penasaran dengan rubahan rangka Den bagus, beliau dudukin Den bagus pada saat saya bawa ke kantor:
Pacuan Dinas

Dan secara keseluruhan saya membutuhkan waktu sekitar 5 bulan untuk menghasilkan rangka drag Den bagus seperti ini. Project rangka ini mulai sejak bulan Agustus 2013 hingga Desember 2013. Jadi tak ada yang instan untuk meraih sebuah prestasi, semua butuh proses, usaha & kerja keras.

Salam,
Wildan Zuhdi
“Satria Den Bagus”
PNS Racing

4 Responses to “Uji Pengaruh Rangka Drag di Satria FU | Pangkas Time Berapa?”
  1. Pal Gunadi April 2, 2014
  2. Teguh April 2, 2014
  3. suara bel sekolah April 2, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google+