Selamatkan Anak Bangsa Dari Ancaman Maut di Jalan | SSFC Depok Ajak Para EMAK Peduli Safety Riding

Share Artikel Ini


Pemirsa, taukah anda dua tipe pengendara motor yang perlu ‘diwaspadai’ kalo ketemu dijalan?

Nih.. :

1. Emak – Emak (sen kiri nyelonong kanan),
2. Alay seruntulan (kanan ngegas – kiri henponan, no helm, tumpuk tiga bonceng cabe, dll)

hehe…

Nah, dua tipe pengendara inilah yang menjadi ‘target’ edukasi para bikers SSFC Depok yang pada Sabtu 25 November kemarin menggelar kampanye safety riding di Gedung Aisyiyah – Kota Depok. Dari tahun ke tahun, klub satria FU kota belimbing ini memang sudah dikenal aktif dan konsisten dalam menggalakkan kampanye keselamatan berkendara ke masyarakat wilayah depok dan sekitarnya.

Sebagai bagian dari program Safety Campaign Award (SCA) 2017 yang digagas oleh Autocilin – Adira dan Road Safety Association Indonesia, SSFC Depok kali ini menekankan edukasi pada tema “Bahaya Berkendara di Bawah Umur dan Sosialisasi Layanan Gawat Darurat 119”.

Tak dapat dipungkiri memang, semakin meningkatnya angka kecelakaan bermotor yang melibatkan pengendara dibawah umur di Indonesia menjadi fenomena yang kian memprihatinkan.

Seakan menjadi hal yang lumrah dan biasa, dimana mana kita dapat menyaksikan remaja bahkan anak usia sekolah dasar begitu bebas lalu lalang mengendarai kendaraan bermotor terutama roda dua. Dari sisi hukum pun, tentu tidak dapat dibenarkan karena bisa dipastikan pengendara remaja ini tidak memiliki SIM karena belum mencapai usia 17 tahun. Selain itu, kegiatan berkendara anak dibawah juga sangat beresiko, tidak saja dari aspek penguasaan teknik berkendara yang kurang memadai, juga karena anak dibawah masih labil dalam mengontrol emosi di jalan, kurangnya kematangan berfikir, rendahnya kesadaran akan tanggungjawab, serta minimnya kesadaran pada aturan keselamatan lalu lintas.

Safety Riding Campaign – SCA 2017 by SSFC Depok

Salah dua tipe pengendara motor yang perlu 'diwaspadai' kalo ketemu dijalan yaitu:1. Emak – Emak (sen kiri nyelonong kanan)2. Alay seruntulan (kanan ngegas – kiri henponan, no helm, tumpuk tiga bonceng cabe, dll)Nah.. kalo ketemu rider kayak gitu, coba kasi liat video Kampanye Safety Riding yang dibikin bikers SSFC Depok berikut ini…Hari sabtu kemarin, SSFC Depok kembali menggelar acara Safety Riding Education sebagai bagian dari program Safety Campaign Award (SCA) 2017 yang digagas oleh Autocilin – Adira, dengan merangkul KPPD (Komunitas Perempuan Peduli Depok) sebagai salah satu stakeholder yang memiliki peran terpenting dalam pengawasan anak/remaja, yaitu pihak orang tua.Ini baru bikers keren!!

Dikirim oleh Satria155.com pada 28 November 2017

Supaya tepat sasaran, seminar edukasi “Bahaya Berkendara di Bawah Umur dan Sosialisasi Layanan Gawat Darurat 119” yang digelar SSFC Depok kemarin pun merangkul KPPD (Komunitas Perempuan Peduli Depok) sebagai salah satu stakeholder yang memiliki peran sangat penting dalam pengawasan anak/remaja, yaitu pihak orang tua.

Selain dihadiri langsung oleh para pemangku wilayah berwenang yaitu Kepala Desa Beji, Camat Beji Timur, Ketua KPPD Inawati, seminar edukasi ini semakin lengkap dan berbobot dengan hadirnya para narasumber yang kompeten yaitu:

– Bpk Ipda Purwanto selaku Kasubnit Dikyasa Satlantas Polres Depok dan
– Bro Yogie Baskoro, Instruktur Safety Riding SUZUKI INDONESIA & Jakarta Raditya Ambulance Service

Dilibatkannya komunitas KPPD dalam kegiatan ini berangkat dari pemikiran bahwa rumah adalah area pertama yang efektif untuk memberikan pelajaran ini. Perempuan memiliki andil besar. Nenek, ibu, bibi, kakak. Dari dirinyalah pembelajaran berawal. Etika, kesopanan, hingga pemahaman keselamatan di jalan bisa mereka ajarkan sejak dini untuk anak, adik, keponakan, bahkan cucu mereka.

Seperti petuah dari salah satu pejuang Safety Riding Indonesia, om Edo Rusyanto yang mengatakan; “Pelanggaran lalu lintas diawali dengan hal yang kecil. Karena minimnya pemahaman, lalu adanya pembiaran, ditambah aparat tak kuat dalam penegakan hingga penindakan, masalah ini pun menjadi gelombang yang besar”

“Perempuan harus dijadikan tiang pertama, influencer dalam memberikan pendidikan safety riding dalam keluarga dan lingkungan mereka. Kami juga ingin mensosialisasikan nomor darurat 119, nomor penting yang pertama kali perlu dihubungi sebagai layanan pertolongan medis apabila terjadi kecelakaan atau kegawatan lain, namun sayangnya layanan ini belum banyak diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat” ujar Bro Herry Bontot ssfc#666 yang merupakan salah satu pelopor SCA di klub SSFC Depok, didampingi Ketua SSFC Depok bro Hendy Ambriansyah dan ketua Panitia bro Ichwan.S.

Yogie Baskoro yang biasa disapa akrab Mbah Jenggot juga menyoroti dampak dampak terjadinya kecelakaan. Jika tidak safety riding, keselamatan pengendara terancam (luka-luka, cacat fisik, kematian). Juga kerugian materi (kendaraan rusak). Setelah mendapat banyak wejangan dari para narasumber, pada akhirnya peserta seminar sepakat dan bertekad bersama untuk tidak membiarkan anak anak berkendara sendiri belum berumur 17 tahun. Selalu usahakan antar anak pergi kesekolah jika menggunakan kendaraan. Selanjutnya tanamkan kesadaran akan keselamatan berkendara pada anak.

Beuhhh..emang manteb bener dah para rider FU ini.

Ini baru bikers keren.  Peduli keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Lanjutkan gan ! tetaplah konsisten menjadi pejuang keselamatan berkendara!

 



Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google+