The Legend of Satria FU | Si Merah: Simplicity Powerful Hyperunderbone

“The Source”, rasanya tak terlalu berlebihan kalau ungkapan ini saya sematkan pada sosok Satria FU yang satu ini. “Si Merah”, demikian nama panggilan FU CBU keluaran 2004 ini. Sebuah nama yg terdengar sangat sederhana dan generik, tapi jangan salah, pamor si merah yang satu ini bersinar lebih merah dari fu-fu merah yang lain lhoo πŸ™‚
Satria FU Legendaris Si Merah

Jauh sebelum gegap gempita modifikasi mewabah di komunitas FU seperti sekarang, si merah sudah lebih dulu malang melintang dan menarik perhatian khalayak FUers di zamannya. Konon, saat β€˜mengawali karir’ melalui ajang underground street race Jakarta (balap liar-red) kala itu, sepak terjang si merah terbilang fenomenal. Sebuah arsip artikel lama terbitan 2005 dari salah satu tabloid otomotif nasional dibawah ini rasanya cukup menggambarkan bagaimana kiprah si merah kala itu.
Satria FU legendaris

Sekian tahun berselang – setelah cukup lama menghilang dari peredaran- si merah akhirnya berganti tuan pada pertengahan 2009. Berpindah tangan dari pemilik lamanya ke seorang pria muda yg biasa dipanggil Ozzie. Kebetulan saya mengenal ozzie karena kami tergabung dalam satu komunitas FU yg sama, dan saat pertama kali mengenalnya di ssfc sekitar akhir 2008/awal 2009 (rada lupa jg), pria berpenampilan cuek dan sederhana ini setahu saya memang sudah memiliki satria FU berwarna hitam, dgn spek yang jg sudah terbilang β€˜wah’ untuk ukuran FU saat itu (Piston 70, Kem DBS, Knalpot DBS, Titik Bandul, Bearing Highspeed, dll). Toh, ia tetap terpincut pada nilai historis si merah dan memutuskan menyandingkannya dengan si item. Walau pada perjalanannya kemudian, si item dengan berat hati ia lepas ke tangan orang lain.

Di tangan ozzie lah, si merah seakan terlahir kembali dan menemukan lagi kebintangannya. Tidak lagi ditujukan untuk ajang balapan, ozzie mengusung konsep anyar yang berbeda untuk tunggangan barunya ini. β€˜Simplicity Powerful’ – sebuah konsep tunggangan harian yang simpel tapi bertenaga- menjadi tema baru yang dipilih sebagai identitas Si Merah ditangan Ozzie. Meneruskan proyek simplicity powerful 1 yang belum tuntas diterapkannya di si item dahulu.

Untuk mewujudkan konsep ini, ozzie tetap mempercayakan garapan pada Dhidy Nurhadi -tuner utama Duffy Duck Motor- yang memang sudah menangani si merah sejak dari jaman pemilik pertamanya. Kolaborasi keduanya pun kemudian terbukti sukses menyuguhkan hasil karya modifikasi fu yang paripurna pada sosok si merah. Karena bukan hanya sektor mesin yang digarap ulang, tapi juga sisi penampilannya turut disentuh sehingga tampil semakin estetik dan lebih ciamik dari sebelumnya. Mesin powerful, Penampilan stylish, Penggunaan Fungsional. Lengkap sudah, Kalo kata pesulap damian di tivi tivi: “Sempurna….” πŸ˜€

A complete Masterpiece:
Satria FU si Merah 220cc
Setelah melalui proses rekonstruksi ini, aura si merah yang sekian lama terpendam kini kembali mencuat ke permukaan, bahkan bersinar lebih terang dari masa keemasannya dahulu. Jika dulu panggungnya hanya terbatas di trek balapan liar, kini setiap jengkal aspal jalanan seakan menjadi catwalk buat si merah. Sebagai sebuah FU harian, setiap gerak gerik si merah di jalanan ibukota memang mampu menarik perhatian banyak pasang mata yang melihatnya. Penampilannya yang simpel sekaligus sangar, stylish dan eyecatching, membuatnya tampak mencolok saat berbaur dengan kendaraan lain di jalanan, baik saat riding sendiri maupun dalam kelompok. Pernah suatu waktu empunya bercerita, si merah sempat diberhentikan pak polisi di jalan raya, eh ternyata pak polisi hanya ingin menanyakan modifikasi apa saja yg diterapkan di FU nyentrik ini πŸ˜€
Juga tidak sekali dua kali saya mendapati, saat kopdar bersama, ada saja sesama FUers yang datang mendekat untuk memperhatikan lebih seksama dan bertanya tentang detail modifikasi motor ini. Ataupun ketika sedang rolling bersama keliling kota, pasti ada saja pengguna jalan lain yang melirik penasaran melihat penampilan satria FU ini.

Spek lengkap si merah era Ozzie :

  • Piston Scorpio os 100 (71mm)
  • Stroke up 3,5mm (naik turun 7mm) jadi 55,8mm
  • Total Kapasitas Silinder 220cc
  • Klep gede
  • Kem DBS
  • Karburator PWK28 Sudco
  • CDI Rextor Programable
  • Koil Ninja RR
  • Knalpot NMF special Competition
  • Shockbreaker Kitaco
  • Swing Arm Yoshimura
  • Rantai tipis 415
  • Velg /Rim Takasago Excel
  • Ban IRC Eagle Grip 40/90
  • Final gear/sproket 16-35

Foto sebagian part si merah era ozzie:
part si merah

Aplikasi magnet kering yg sempat diterapkan di si merah (jg diulas di artikel gilamotor.com) :
Magnet Kering Transparan Satria FU

Penampakan Si Merah saat menjalani aktivitas rutin sehari hari mengantar sang tuan menjemput rezeki πŸ™‚
Si Merah kena macet
Selain memakainya sebagai sarana transportasi sehari hari, ozzie juga seringkali membawa si merah turut serta dalam kegiatan rolling dalam kota atau turing keluar kota bersama kawan kawan FUers lainnya. Diantaranya Karawang, Purwakarta, Bandung, Sukabumi, Ujung Genteng, sampai menyebrang pulau ke Lampung pun pernah ia jalani bersama si merah.

Si merah goes to Ujung Genteng:
si merah turing ujung genteng

April 2010, sewaktu bencana banjir melanda daerah karawang dan sekitarnya, saya dan teman teman fu dari ssfc berkunjung kesana untuk memberikan sumbangan/bakti sosial. Sampai didaerah bencana, kami dihadang medan pesawahan yang masih berlumpur sisa banjir. Dan saya pun turut menjadi saksi bagaimana kenekatan si merah saat itu yg tak ragu turut menerobos medan semi offroad demi mencapai lokasi perkampungan warga yang terisolasi banjir. Ruarr Biasa πŸ˜€

Si merah @ ssfc Baksos banjir karawang:
Si Merah Offroad

Diantara beberapa catatan turing si merah, sebuah cerita menarik muncul saat si merah ikut serta dalam turing ssfc ke lampung, yang sekaligus dimanfaatkan ozzie untuk menguji tingkat keiritan konsumsi bensin si merah. Ozzie sengaja membawa bekal bensin literan dalam botol dan menunggu sampai bensin di tangki benar benar habis dan motor mati, baru kemudian mengisi lagi dari bekal bensin yg dibawanya. Dengan begitu maka pemakaian bensin dpt diketahui secara lebih akurat. Pembaca boleh percaya boleh tidak, tapi dalam perjalanan turing ini, si merah sukses mencatatkan pemakaian bensin yang menakjubkan: 1 liter untuk 46 km. Bahkan lebih irit dibanding FU standar yang biasanya berkisar 1:32 – 1:35 liter/km.

Pics Si Merah goes to Lampung:
satria FU 220cc paling irit
Kok bisa ya FU 220cc lebih irit dari FU standar 150cc?
Lewat pengujian ini, si merah membuktikan bahwa tidak selamanya cc besar itu boros. Kombinasi riding style si pengendara yg mampu menjaga putaran grip gas/rpm relatif konstan, dan tuner yang mampu mendesain mesin yg efisien, menjadi 2 faktor penentu irit nya si merah.
Spek mesin simerah yg tinggi menyediakan torsi yg melimpah, sehingga rider tak perlu mengejar rpm tinggi untuk mengail tenaga besar. Cukup dengan sedikit putaran gas saja motor sudah mampu mencapai kecepatan rata rata rombongan. Kucuran bensin pun dpt terjaga efisien.

Mungkin kalau dideskripsikan kurang lebih alurnya seperti ini:
– Efisiensi Volumetrik, diperoleh dengan mendayagunakan kapasitas silinder 220cc milik si merah supaya optimal melalui setingan yg tepat pada pada jetting karbu, desain jalur porting, klep, kem, ruang bakar dsb. Sehingga aliran bahan bakar dapat mengisi setiap sisi ruang dalam silinder secara maksimal, mensuplai campuran bbm siap bakar yg nantinya akan jadi sumber utama penghasil tenaga mesin.
– Efisiensi thermal (panas) dicapai dengan menjaga suhu mesin si merah tetap stabil walau menempuh perjalanan jauh, supaya temperatur ruang bakar tetap dalam batas toleransi ideal, pun akhirnya konsisten membakar setiap butir campuran bensin yang masuk sesuai timing pengapian yg sudah ditetapkan. Pembakaran sempurna = irit.
Panas mesin yg stabil jg dapat meminimalkan resiko kerusakan part dalam mesin akibat panas dan pemuaian yang berlebihan. Sirkulasi oli yang baik, jalur pelepasan hawa panas mesin ke udara luar yg memadai, serta beberapa trik pendinginan (rahasia) lain yg diaplikasikan Mpu Dhidy di si merah turut membantu iritnya simerah pada perjalanan ke Lampung itu.
– Sedangkan Efisiensi Mekanis pada kasus si merah terkait pada soal penyaluran tenaga di mesin supaya dapat tersalur maksimal dari ayunan kruk as menjadi putaran roda belakang. Karena setiap gesekan antar part yg ada dimotor berpotensi menyunat besaran tenaga mesin yg seharusnya tersalur keaspal. Bearing bearing si merah yg banyak mengaplikasi klaher highspeed /c3, rantai tipis, velg enteng dan ban kecil turut memperingan beban kerja mekanis yang ditanggung mesin. Hitungan final gear/sproket yg pas sesuai tenaga mesin juga berpengaruh pada penyaluran daya gerak di roda. Bahkan saya berasumsi, sepertinya saat itu si merah jg sudah tidak memakai rasio gearbox stΓ‘ndar lagi. Indikasi nya bisa terlihat dari hitungan sproket depan belakang yang dipakai saat itu sangat berat: 16/35. Wallahualam πŸ˜€

Keiritan Satria FU 220cc inipun sempat diulas di salah satu artikel gilamotor.com berikut ini:
http://gilamotor.com/2010/07/suzuki-satria-f-220-siapa-bilang-cc-besar-itu-boros/

A moment of Comeback
si merah nyeting
Mungkin karena terdorong kerinduan untuk mencicipi kembali habitat lamanya, sekitar akhir 2010 si merah sempat turun gunung ke arena balap walau hanya sebentar saja. Seperti yg tertangkap pada scene video berikut ini, menampilkan momen saat si merah meladeni tantangan dari salah satu FU yg terkenal cadas di lintasan balap liar jakarta. Saya cukup tercengang melihat divideo itu si merah sanggup unggul lebih dulu dalam adu akselerasi selepas garis start. Memang menurut laporan saksi mata, diputaran atas si merah gagal mempertahankan keunggulannya, lawan berhasil menyusul dan akhirnya memenangkan duel malam itu. Toh perlawanan sengit si merah dini hari itu tetap layak diacungi jempol, mengingat sekian lama simerah pensiun dari dunia balap dan beralih fungsi sbg motor harian, sementara lawan yang dihadapi saat itu adalah fu gantungan kelas berat yg sudah kenyang asam garam di lintasan balap liar jakarta.

Video comeback Si merah (vs FU Vokus)

Dari berbagai publikasi, banyak penyemplak satria FU di tanah air yang terinspirasi dengan style si merah dan mencoba mengadopsi gaya penampilannya. Empu si merah bahkan punya dokumentasi khusus tentang beberapa FU – bahkan sampai di luar jawa- yang mungkin saking kesengsemnya, kedapatan telek telek mencoba menduplikasi setiap detail tampilan si merah semirip mungkin. Toh, the real merah tetaplah si merah, aura aslinya tak pernah bisa disamai oleh para duplikatnya πŸ˜€

Begitulah pemirsa, 8 tahun berlalu setelah kelahirannya -walau kini empu si merah sudah punya mainan baru (ninja,-red) sebagai pendamping fu kesayangannya- sosok simerah seakan tak pernah luntur dimakan zaman. Tetap eksis sampai saat ini dan semoga tetap terjaga kiprahnya sampai seterusnya. The source, the trend setter, a living legend of hyperunderbone yang pantas dikenang sebagai salah satu ikon penting di blantika Satria FU nusantara.

Sampai jumpa di dongeng FU selanjutnya.
Salam,
Satria155

PS.
penasaran ingin liat seperti apa sosok empu si merah ?
ini dia fotonya:




satria155 feat si merah

#Eh…salah pajang foto, pemirsa πŸ˜›
Itu sih ane lg usaha numpang beken dikit, pose bareng si merah, hahaha.. Maap ye,,maap yee πŸ˜€

Ini yg bener, serius kalo yg ini πŸ™‚
Last Pic, Ozzie with Si Merah
Ozzie empu si merah

45 Responses to “The Legend of Satria FU | Si Merah: Simplicity Powerful Hyperunderbone”
  1. Joko Tetap Tersenyum September 28, 2012
    • Satria155 September 28, 2012
    • melon September 28, 2012
      • Satria155 September 28, 2012
  2. Aldy September 28, 2012
  3. Satria155 September 28, 2012
  4. Poepoet Santoso September 28, 2012
    • Satria155 September 28, 2012
    • imam September 28, 2012
  5. amatory diro September 28, 2012
  6. Akhmad SyuRury September 28, 2012
  7. jo_cool September 28, 2012
    • Satria155 September 28, 2012
  8. semoet ireng September 28, 2012
  9. Pelangi Ayu Sakura September 28, 2012
  10. Pelangi Ayu Andesit September 28, 2012
  11. Kukuh Ac September 28, 2012
  12. Kukuh Ac September 28, 2012
  13. Kukuh Ac September 28, 2012
  14. Pelangi Ayu Sakura September 28, 2012
    • Satria155 September 28, 2012
  15. Pelangi Ayu Andesit September 28, 2012
  16. Pelangi Ayu Sakura September 28, 2012
  17. Rico Engglex September 28, 2012
  18. Rico Engglex September 28, 2012
  19. Ấgus Pramana Putra September 28, 2012
  20. dde September 28, 2012
  21. Arif September 28, 2012
  22. Neng Yora N Jaellani September 28, 2012
  23. Neng Yora Anggreni September 28, 2012
  24. Panjhoelz X Turitoriez September 28, 2012
  25. Panjhoelz X Turitoriez September 28, 2012
  26. Adhi September 28, 2012
  27. Adhi September 28, 2012
  28. Panjhoelz X Turitoriez September 28, 2012
  29. Panjhoelz X Turitoriez September 28, 2012
  30. Muhammad Khairul Ahsan September 28, 2012
  31. Taufik Adi Purnomo September 28, 2012
  32. Simon Febrian September 28, 2012
  33. anggara September 28, 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google+