Kisah Den Bagus: Satria FU Harian Tenaga 30dk !!

“Wildan, tapi panggil aja gw willy” begitu dia memperkenalkan dirinya saat pertama kali kami berjumpa. Waktu itu sekitar awal 2011 kalo tidak salah, saya bertemu pertama kalinya dengan Bro Wildan Zuhdi saat suatu malam dia menyambangi tempat kumpul bareng saya dan teman teman FUers di bilangan Taman makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Saya dan teman teman akhirnya memang lebih akrab memanggilnya willy untuk membedakan dengan kawan kami disitu yang juga bernama wildan (wildan abnormal si pemilik blackpearl-red). Duo ”W”, adalah panggilan becandaan kami buat mereka berdua, yg kebetulan jg ternyata sama –sama doyan otak atik mesin.

Pic of Duo W; ‘The classic rivalry’ of Adrenalin Junkies 🙂
Dari obrolan pertama kami di malam itu, terlihat jelas bahwa kawan baru ini punya antusiasme dan minat yang tinggi pada soal modifikasi mesin FU. Tak jarang kalau lagi kopdar dia berkeliling disekitar parkiran hanya untuk mengamati –bahkan sampe disenterin- dari dekat beberapa mesin FU yang menurutnya merupakan FU ‘keras’. 😀

Disetiap obroran soal modif mesin, willy selalu tampak bersemangat melontarkan berbagai pertanyaan atau bercerita tentang pengalaman dia mengarungi jalanan bersama FU tunggangan kesayangannya, sebuah FU ckd merah hitam produksi 2009 yang kemudian dia berikan nama panggilan baru: Den Bagus.

Ya, kami memang biasa memberi nama panggilan pada fu masing masing, seperti misalnya si Blackpearl, Jagur, Sexy, Macan, Keong Mas, Buta, dsb sekedar buat seru seruan aja. 🙂

Melihat antusiasme nya yang tinggi, di beberapa kesempatan berkumpul berikutnya ketika selesai ngobrol ngalor ngidul sampai larut malam, kami memutuskan untuk memberinya sedikit pengalaman baru. Sebelum pulang kami mengajaknya jalan jalan bareng keliling kota. Rolling santai dini hari mencari ruas ruas jalan jakarta yang sekiranya sudah lenggang. Memberikan kesempatan kepada fu fu kami untuk sekedar membersihkan tumpukan kerak mesin di ruang bakar dan melemaskan otot ototnya yang kaku setelah seminggu penuh bergulat dengan kemacetan ibukota. Perlu saya garis bawahi jg, bahwa pada masa itu memang bisa dibilang masih jamannya ‘kenakalan’ saya dan teman teman, karena kami masih belum memiliki akses ke arena sirkuit seperti sekarang ini.

Masih cukup teringat dalam memori saya, bagaimana raut kepuasan sekaligus penasaran terpancar di wajah willy selepas pengalaman pertama “fitness bareng” dini hari itu, “Gila la, seru banget. Tadinya gw ngerasa FU gw udah kenceng banget lho..ternyata disini masih ketinggalan tadi ama blackpearl, padahal spek sama lho la!. Tp sumpah, gw puas banget la. Kenapa ga dari dulu lu ngajak gw? Gw jadi semangat nihh ngulik mesin den bagus kalo begini”. Begitu kata willy berapi berapi.

Saya hanya tertawa kecil menanggapinya saat itu. Malam itu duo W memang sengaja kami pertemukan, dan den bagus terpaksa harus mengakui keunggulan blackpearl – yg kala itu masih sama sama 150cc-. Melihatnya ketagihan, di minggu minggu berikutnya, den bagus dan blackpearl pun beberapa kali kembali dipertemukan. Berulangkali hampir setiap akhir minggu, den bagus datang dengan settingan terbarunya. Tp apa mau dikata, blackpearl kala itu masih juga belum berhasil ditaklukan. Skor tak jua berhasil disamakan bahkan sampai suatu ketika, saya menerima kabar dari willy via sms bahwa dia dan den bagus mendadak harus segera pindah ke Pulau bangka karena diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil disana.

Sebelum keberangkatannya ke Bangka, willy sempat menelpon dan meminta ketemuan sekalian pamitan katanya. Saya yang ketika itu sedang asyik main catur pun mengiyakan. Malam itu dia datang menemui saya dengan membawa selembar spread sheet hasil Dynotest, dan bercerita bahwa den bagus baru saja mencoba settingan baru sekaligus ditest di atas mesin dyno di ultraspeed. Bermodal knalpot R9, Karbu PE28, CDI BRT Dualband, dan Koil YZ warisan saya, Den bagus berhasil mencatatkan capaian power yang terbilang tinggi untuk ukuran FU150cc standar, Sekitar 17 sekian hp kalo tidak salah. Ketika willy menawarkan kunci dan meminta saya mencoba sendiri ‘power’ terbaru den bagus, saya pun menerima dan membawa den bagus berkeliling beberapa saat. Selesai mencoba, kami berbincang sebentar di depan TMP kalibata sekalian dia berpamitan.

Dalam obrolan singkat itu, willy mengungkapkan niatnya untuk memodifikasi mesin den bagus lebih dalam lagi. Satu potongan perbincangan yang masih cukup saya ingat saat itu yaitu saat willy berkata: ”Gw pengen den bagus jadi fu kenceng dan masuk jajaran fu elit la ”.

Sedikit tergelak saya mendengarnya ketika itu, tapi willy ternyata memang tidak main-main. Dalam perjalanannya, niatan itu terbukti dia jalani dengan sungguh sungguh dan totalitas yang patut diacungi jempol. Tak terlintas di bayangan saya kala itu, bahwa duel ‘duo W’ yg dialami willy beberapa waktu sebelumnya kemudian menjadi titik tolak perjalanan Den Bagus hingga kemudian menjadi salah satu inspirator modifikasi mesin di komunitas FUers tanah air seperti sekarang ini.

Justru ketika sudah berada di pulau seberang, empunya den bagus malah semakin intens menjalin komunikasi – tidak hanya dengan saya-, tp jg dgn teman teman fuers sehobi lainnya yang dulu sering berkumpul bersama di Jakarta. Ditambah lagi, kabarnya den bagus sempat bertemu dan diasapi rival baru disana, MX250cc, jagoan paling kencang ditrek pasir padi bangka. Kekalahan itu membuat sang empunya kian bersemangat mengupgrade mesin den bagus. Melalui jalur internet, dia rutin membuka diskusi untuk sekedar merumuskan konsep dasar ubahan mesin yang sekiranya dapat memenuhi keinginannya. Termasuk persiapan beberapa part pendukung yg sekiranya lebih mudah didapatkan di Jakarta. Diluar itu, dia juga terus menggali dan mencari informasi untuk menentukan pilihan “padepokan’ yang paling cocok untuk menggarap mesin den bagus. Setelah melalui pertimbangan yang matang, willy pun dengan bulat menjatuhkan pilihannya sebuah workshop modifikasi bernama TRB Motor yang berlokasi di Jogjakarta. Mesin den bagus pun diturunkan dari rangkanya, dikemas, dan dikirim utuh dari Bangka ke markas TRB di Jogja.

Ditangan dingin mas Londo selaku ‘Empu” TRB lah; den bagus akhirnya menemukan jalan transformasinya. Mesin standar denbagus yg semula hanya berkekuatan 17 daya kuda disulap mas Londo menjadi sebuah mesin performa tinggi dengan power maksimal mencapai 30,8 horse power dan torsi 21,27nm on wheel, tapi tanpa mengorbankan fungsionalitas nya sebagai daily use engine, alias masih tetap aman dan nyaman dipakai untuk penggunaan harian.

Sebetulnya, mesin FU 200cc pada saat itu sudah terbilang lumrah dan biasa diaplikasikan oleh banyak FUers sebagai kendaraan sehari hari. Tapi memang belum pernah ada catatan resmi yang menunjukan output power setinggi itu. Sontak, hasil dynotest ini mengundang cukup banyak sorotan ketika akhirnya dipublikasikan ke khalayak luas. Termasuk beberapa media otomotif nasional seperti otoplus dan motorplus pun turut tertarik dan meliputnya.

Berikut ini adalah data hasil dynotest nya di atas mesin dynamometer milik Mototech Jogja. :

Adapun data spesifikasi mesin den bagus saat itu adalah :

  • Bore : Piston Kawasaki Boss 68mm
  • Stroke : Stroke up sistem geser 3mm , Sehingga Total kapasitas silinder jadi 198cc
  • Valve : Klep in 25 – Klep ex 23
  • Kem : Custom by TRB
  • Karburator: Keihin PWK 35 Sudco airstrike
  • CDI : BRT Dualband
  • Koil : YZ125
  • Knalpot : DBS titan
  • Con Rod : Yamaha Scorpio
  • Intake manifold : custom


Photobucket

Saya dan kawan kawan fuers dijakarta tentu saja ikut senang dengan keberhasilan transformasi den bagus yang terbilang fenomenal ini. Sebagai teman satu tongkrongan yang sebelumnya sering test bareng, tak ayal terbersit pula rasa penasaran ingin menjajal langsung power den bagus yang sudah melonjak drastis ini. Gayung pun bersambut, empunya den bagus juga ternyata sudah berniat untuk berkunjung ke Jakarta karena memang kebetulan saat itu adalah musim mudik lebaran, willy bermaksud menguji daya tahan mesin 30hp den bagus dengan membawanya pulang mudik melalui jalan darat dari Pulau Bangka ke Bumiayu, Jawa tengah.

Dari Negeri Laskar Pelangi menyebrang melalui pelabuhan Tanjung Priok, akhirnya den bagus dan tuannya kembali menginjak aspal Jakarta yang dulu pernah lama mereka arungi bersama.

Setelah musim mudik selesai, den bagus memulai perjalanan kembali ke pulau bangka dengan sebelumnya mampir dulu di Jakarta untuk bertemu dengan kawan kawan lamanya. Dan akhirnya, reuni kecil kami pun terlaksana di jakarta pada 09 Oktober 2011, Sekitar 1 minggu setelah lebaran. Setelah sekian lama tidak bersua, kami reuni di tempat biasa kami berkumpul dulu. Cukup ramai saat itu yang datang, bahkan ada kawan fuers dari bandung dan bogor yang juga hadir dengan membawa FU nya masing masing. Sayang sekali, walaupun pada sore harinya blackpearl hadir, tapi tidak dapat ikut menjajal den bagus karena ada urusan lain.

Begitulah, jika sebelumnya mesin den bagus diuji diatas mesin dyno mototech, kali ini langsung diuji diatas aspal. Sambil ngobrol ngalor ngidul, saya juga sempatkan mencoba membawa sendiri den bagus jalan-jalan santai sebentar untuk merasakan perubahan den bagus. Ya, torsinya di putaran bawah memang terasa melimpah. Walau tak  berani membawanya ngebut, tapi sepertinya putaran atas nya juga tak kalah berisi, apalagi disokong karburator venturi 35 airstrike yang sudah disentuh ulang SUDCO.

Sekian lama tidak joging bareng, perubahan performa den bagus dari terakhir kali kami melihatnya memang meningkat signifikan. Dalam reuni malam itu, hanya ada dua FU dengan spek yang lebih komplit yang mampu meninggalkan den bagus, yaitu FU bro riko dan bro Tri dari bandung (nanti sy coba ulas profil fu mereka jg). Sayang sekali saya cari cari arsip videonya tapi gak ketemu.

Sedangkan ketika den bagus dicompare dengan dua fu lain yang kurang lebih setara speknya (kubikasi +- 200cc), mesin 200cc den bagus  memperlihatkan keunggulannya. Saat dicoba bertiga sekaligus (fu 200cc semua), saya yg jg kebetulan ikut mencoba membawa fu saya sendiri hanya mampu memimpin 50 meteran pertama saja, setelah itu tak berdaya dilewati dan diasapi den bagus & si item dari bogor, :D.

Reuni tiga fu 200cc,Den bagus memimpin didepan, diikuti si item nya ricky bogor & sy sendiri, dibelakang saya ada fu guntur odonk odonk balap yg ikut ngintil 🙂

Seru dan ramai, hanya itu yang bisa saya katakan tentang reuni perdana kami malam itu. Walau malam itu blackpearl tidak hadir sehingga partai duo W urung digelar, kerinduan den bagus pada momen momen jogging bersama yg dulu sering kami lakukan sepertinya cukup puas terobati. Subuh itu juga empu den bagus langsung berpamitan karena besoknya akan kembali ke bangka. Memang, dua FU yang tak mampu diimbanginya malam itu cukup membuat den bagus penasaran. Toh empunya den bagus cukup puas dgn performa tunggangannya malam itu, dan optimis bisa memaksimalkan lagi beberapa komponen denbagus yang akan disimpan untuk nanti partai reuni berikutnya.

Sampai disini, ceritanya saya potong dulu ya pemirsa…kepanjangan soalnya..hehe

Next on :

– Dynotest part II Den Bagus with New Head.

– Reuni Part II Denbagus vs si macan

– Kiprah den bagus di event drag resmi pasir padi Bangka

– Inovasi Cam bearing den bagus

– and more..

>>BERSAMBUNG KESINI<<

Cek juga artikel dalam versi Bahasa Inggris nya disini:

– Satria/Raider 30hp for Daily Use, Why Not ?

14 Responses to “Kisah Den Bagus: Satria FU Harian Tenaga 30dk !!”
  1. Andhy Razik Htc September 26, 2012
  2. Andhy Razik Htc September 26, 2012
  3. Kuntheng Tdr September 26, 2012
  4. Kuntheng Tdr September 26, 2012
  5. Latif Setiawan Bogi September 26, 2012
  6. Latif Setiawan Bogi September 26, 2012
  7. Jaka Triawan S September 26, 2012
  8. Jaka Triawan S September 26, 2012
  9. FU Holic September 26, 2012
  10. FU Holic September 26, 2012
  11. Chaca September 26, 2012
  12. diesafasya September 26, 2012
    • Satria155 September 26, 2012
  13. Irulriv September 26, 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google+