Tips Menghitung Rasio Kompresi Satria FU Setelah Lepas Paking |Tanpa Buret !

Tadi malam, saat sedang menyusun draft untuk next artikel, tiba tiba saja teringat pada salah satu diskusi di group facebook fuers yang membahas hitung-hitungan Rasio Kompresi satria FU. TSnya (thread starter) saat itu adalah bro Chandra Adrian (itu lho..yang kemarin sharing disini juga soal Tutorial Kem IN-IN Satria FU). Merasa topik itu bermanfaat dan perlu diketahui khalayak lebih luas, sayapun mencoba mencari arsip postingannya. Namun karena sudah terlalu lama dan tertimbun postingan lain, gak ketemu juga tuh trit.

Tak lantas menyerah, sekalian saja saya pun mengontak langsung bro Chandra. Gayung bersambut, bro chandra ternyata mengiyakan dan mau menulis ulang lagi postingan itu. Tak menunggu lama, tadi pagi pun ia sudah mensharenya di facebook. Dan berikut inilah saya sharing lagi disini untuk anda semua pemirsa satria155.com.

RCNB.
Untuk pemirsa yang belum begitu paham tentang pengertian Rasio Kompresi dan berbagai istilahnya, silahkan baca dulu Artikel yang saya tulis tentang KONSEP DASAR RASIO KOMPRESI STATIS, DINAMIS, DAN HUBUNGANNYA DENGAN OKTAN BBM

Semoga bermanfaat.
Satria155
—————-

MENGHITUNG RASIO KOMPRESI (RC) TANPA MENGGUNAKAN BURET
by Chandra Adrian

Pada motor standar yg belum mengalami perubahan stroke, ruang bakar dan paking, serta papas blok tentu Rasio kompresi (RC) std secara teori adalah 10.2 dengan stroke 48.8 dan diameter piston 62 mm. Nah pada saat kita membutuhkan tenaga yg lebih pada satria fu kita, maka salah satu yg bisa kita lakukan adalah mempertinggi kompresi. Dengan mempertinggi kompresi maka efisiensi pembakaran akan meningkat. Ujung2nya tentu akselerasi dan tenaga motor anda akan bertambah,,,

Mempertinggi kompresi dapat dilakukan dengan berbagai cara, cara yg paling mudah adalah dengan mencabut paking kop yg aslinya 3 lembar menjadi 1 atau 2 lembar saja. Namun mempertinggi kompresi ini jg berpengaruh dengan batasan bahan bakar yg akan kita pakai, makin tinggi rasio kompresi maka akan d butuhkan bahan bakar yg kualitasnya (oktan) makin tinggi. misal RC d bawah 10 dianjurkan untuk minum premium, 10-12 pertamax, dst saya juga ga tau pasti wkwkwk

Berikut ini adalah cara untuk menghitung kompresi setelah anda melakukan perubahan kegiatan cabut paking tanpa melakukan buret,,,

Seperti yg kita ketahui
Rc= (V1+V2) / V2
dengan
V1 =CC motor
V2=volume ruang bakar

Langkah pertama adalah menghitung volume ruang bakar:
RC=(V1+V2) / V2
RC=(V1/V2) + (V2/V2)
RC=V1/V2 + 1
RC-1= V1/V2
V2=V1/(RC-1)

Seperti yg kita tau
V1=phi x diameter piston x diameter piston x 0.25 x stroke
V1=3.14×6.20×6.20×0.25×48.8
V1=147.256

maka
V2=V1/(RC-1)
V2=147.256 / 10.2-1
V2=147.256 / 9.2
V2=16.006 CC

Berapa kompresi satria FU setelah copot paking?
Anggap paking 1 lbr adalah 0,3 mm atw 0,03 cm
maka volume untuk 1 lembar paking adalah
VP=phi x 6.2 x 6.2 x 0.25 x 0.03
VP=0.9053 CC

untuk 2 lembar paking
VP=phi x 6.2 x 6.2 x 0.25 x 0.06
VP=1.8106 CC

Jadi untuk yg cabut 1 lembar paking (2 lembar tersisa) maka RC nya adalah
RC=V1+V2 / V2
Rc=(147.256+(16.006-0.9053)) / (16.006-0.9053)
RC=147.256+15.1007 /15.1007
RC=10.75

Untuk yg cabut 2 lembar paking (1 lbr tersisa) maka RC nya adalah
RC=V1+V2 / V2
Rc=(147.256+(16.006-1.8106)) / (16.006-1.8106)
RC=147.256+14.1954 / 14.1954
RC=11.37

Maap jika keliru, corat coret ngawur sebelum tidur…
CMIIW
Chandra Adrian

13 Responses to “Tips Menghitung Rasio Kompresi Satria FU Setelah Lepas Paking |Tanpa Buret !”
  1. Wildan d'Abnormal June 18, 2013
  2. Wildan Budiman June 18, 2013
  3. R_H June 18, 2013
  4. pak tarno June 18, 2013
  5. Aziz Aja Dong June 18, 2013
  6. Aziz Aja Dong June 18, 2013
  7. Moel Yonozx June 18, 2013
  8. Moel Yonozx June 18, 2013
  9. christianto June 18, 2013
  10. Rizki Leo Antonio June 18, 2013
  11. Rizki Leo Antonio June 18, 2013
  12. rio June 18, 2013
  13. Eket Ae June 18, 2013

Komentar Anda?

Google+